Pengertian Bahan Ajar: Definisi, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya

Apa Pengertian Bahan Ajar dalam Konteks Pendidikan?

Pengertian bahan ajar dalam konteks pendidikan merujuk pada semua materi atau sumber belajar yang digunakan untuk membantu proses pembelajaran. Bahan ajar tidak hanya mencakup buku teks, tetapi juga dapat meliputi berbagai media dan teknologi pendukung lainnya.

Di dalam sebuah kelas, guru menggunakan berbagai jenis bahan ajar untuk membantu siswa memahami konsep dan materi pelajaran dengan lebih baik. Bahan ajar yang digunakan dapat termasuk buku teks, buku pegangan, modul, film pendidikan, presentasi PowerPoint, gambar, atau diagram.

Melalui bahan ajar, guru dapat memberikan penjelasan yang lebih jelas, memberikan contoh yang konkret, dan memfasilitasi pemahaman siswa. Selain itu, bahan ajar juga dapat membantu siswa memperluas pengetahuan mereka, mengembangkan keterampilan, dan meningkatkan kreativitas.

Bahan ajar yang efektif harus disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Guru harus memilih bahan ajar yang relevan, menarik, dan sesuai dengan tingkat pemahaman siswa. Dalam memilih bahan ajar, guru harus mempertimbangkan gaya belajar siswa, perbedaan kecerdasan, dan keberagaman di dalam kelas.

Bahan ajar juga harus disusun secara sistematis dan terstruktur agar efektif dalam mendukung pembelajaran. Struktur bahan ajar harus jelas dengan urutan pembahasan yang logis dan terorganisir. Hal ini memungkinkan siswa untuk mengikuti pembelajaran dengan mudah dan memahami materi secara berkesinambungan.

Adapun peran guru dalam penggunaan bahan ajar sangat penting. Guru bertanggung jawab untuk memilih, menyusun, dan mengelola bahan ajar dengan baik. Guru juga harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang materi yang diajarkan dan kemampuan untuk mengkomunikasikannya dengan jelas kepada siswa.

Selain itu, guru juga harus kreatif dalam menggunakan bahan ajar. Menyediakan variasi dalam penggunaan bahan ajar dapat membantu meningkatkan minat dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Guru dapat menggunakan teknologi yang tersedia, seperti video pembelajaran, simulasi, atau permainan interaktif untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif.

Penggunaan bahan ajar yang tepat juga dapat membantu siswa dalam menghadapi tantangan-tantangan pembelajaran. Bahan ajar dapat membantu siswa mengatasi kesulitan dalam memahami konsep yang kompleks dan memperkuat pemahaman mereka melalui latihan-latihan yang diberikan.

Dalam era globalisasi dan perkembangan teknologi, penggunaan bahan ajar juga dapat melibatkan sumber belajar yang tidak terbatas pada lingkungan sekolah. Siswa dapat mengakses sumber belajar melalui internet, seperti situs web pendidikan, video pembelajaran online, atau e-book. Hal ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara mandiri dan meningkatkan keterampilan literasi digital mereka.

Secara keseluruhan, pengertian bahan ajar dalam konteks pendidikan mencakup semua materi atau sumber belajar yang digunakan untuk membantu proses pembelajaran. Penggunaan bahan ajar yang efektif dan kreatif dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih baik.

Tujuan Bahan Ajar

Pengertian bahan ajar mengacu pada materi atau alat yang digunakan guru untuk membantu proses pembelajaran dalam kelas. Tujuan dari penggunaan bahan ajar ini sangat penting dalam mencapai keberhasilan pembelajaran. Dalam menjalankan tujuannya, bahan ajar bertujuan untuk beberapa hal yang meliputi:

1. Memfasilitasi transfer pengetahuan dari guru kepada siswa.

Tujuan pertama dari penggunaan bahan ajar adalah memfasilitasi transfer pengetahuan dari guru kepada siswa. Melalui penggunaan bahan ajar yang tepat, guru dapat mengorganisir dan mengkomunikasikan informasi dengan lebih efektif kepada siswa. Bahan ajar yang disiapkan dengan baik akan membantu guru dalam menjelaskan konsep-konsep yang sulit dan abstrak dengan cara yang lebih mudah dipahami oleh siswa. Dengan demikian, siswa dapat menerima pengetahuan yang disampaikan oleh guru secara lebih baik.

2. Memotivasi siswa untuk belajar.

Tujuan kedua dari penggunaan bahan ajar adalah memotivasi siswa untuk belajar. Bahan ajar yang menarik dan relevan dapat membangkitkan minat dan keingintahuan siswa terhadap materi pelajaran. Dalam hal ini, guru dapat menggunakan berbagai media seperti gambar, video, atau presentasi yang menarik untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif. Dengan adanya bahan ajar yang menarik dan interaktif, diharapkan siswa menjadi lebih tertarik dan terlibat aktif dalam proses pembelajaran, sehingga motivasi mereka untuk belajar meningkat.

3. Memberikan bahan yang relevan dan bermanfaat bagi perkembangan siswa.

Tujuan ketiga dari penggunaan bahan ajar adalah memberikan bahan yang relevan dan bermanfaat bagi perkembangan siswa. Bahan ajar haruslah dipilih dan disesuaikan dengan tingkat kecakapan dan pemahaman siswa. Bahan ajar yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa akan memberikan pemahaman yang lebih baik dan dapat dihubungkan dengan konteks yang lebih nyata. Selain itu, bahan ajar juga harus memberikan manfaat bagi perkembangan siswa secara keseluruhan, baik itu pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Dengan melibatkan siswa dalam penggunaan bahan ajar yang relevan dan bermanfaat, diharapkan siswa dapat mengembangkan diri mereka secara optimal.

Secara keseluruhan, bahan ajar memiliki tujuan yang sangat penting dalam proses pembelajaran di kelas. Tujuan-tujuan tersebut mencakup memfasilitasi transfer pengetahuan dari guru kepada siswa, memotivasi siswa untuk belajar, serta memberikan bahan yang relevan dan bermanfaat bagi perkembangan siswa. Dengan penggunaan bahan ajar yang tepat dan efektif, diharapkan proses pembelajaran di kelas dapat berjalan dengan lancar dan siswa dapat mencapai hasil belajar yang optimal.

Karakteristik Bahan Ajar

Bahan ajar merupakan salah satu komponen penting dalam proses pembelajaran di Indonesia. Berikut adalah beberapa karakteristik yang penting dalam pengembangan bahan ajar yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa.

Pertama, bahan ajar haruslah disesuaikan dengan kemampuan dan tingkat pemahaman siswa. Setiap siswa memiliki kemampuan dan pemahaman yang berbeda-beda, oleh karena itu bahan ajar harus dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat pemahaman setiap siswa. Hal ini bertujuan agar siswa tidak merasa terbebani atau terlalu mudah dalam memahami materi yang disampaikan.

Kedua, penggunaan bahasa yang jelas dan mudah dipahami sangat penting dalam bahan ajar. Bahasa yang digunakan harus sesuai dengan tingkat kognitif siswa dan tidak terlalu rumit. Bahasa yang jelas dan mudah dipahami akan membuat siswa lebih mudah dalam memahami materi yang diajarkan.

Selain itu, bahan ajar juga harus menarik perhatian siswa. Materi yang disajikan haruslah menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Misalnya, menggunakan contoh-contoh yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari siswa atau mengaitkan materi pembelajaran dengan fenomena yang sedang terjadi saat ini. Hal ini akan membuat siswa lebih bersemangat dalam belajar dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran.

Tidak hanya menarik perhatian, bahan ajar juga harus dapat memotivasi siswa untuk belajar. Motivasi merupakan salah satu faktor yang penting dalam proses pembelajaran. Bahan ajar yang dapat memotivasi siswa akan membuat mereka lebih antusias dan bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran. Oleh karena itu, bahan ajar haruslah disusun dengan sebaik mungkin untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan memotivasi siswa.

Dalam mengembangkan bahan ajar, perlu juga diperhatikan faktor keberagaman dalam kelas. Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman budaya dan bahasa. Oleh karena itu, bahan ajar haruslah dapat mengakomodasi keberagaman tersebut. Misalnya, dalam memilih contoh-contoh atau soal-soal, perlu memperhatikan keragaman budaya dan bahasa siswa agar mereka dapat lebih mudah mengidentifikasi diri mereka dalam materi pembelajaran.

Selain itu, penilaian juga merupakan hal penting dalam pembelajaran. Oleh karena itu, bahan ajar haruslah dapat memfasilitasi proses penilaian yang objektif dan komprehensif. Bahan ajar haruslah menyediakan contoh-contoh soal yang sesuai dengan kompetensi yang harus dinilai dan memberikan petunjuk yang jelas dalam menyelesaikan soal tersebut.

Dalam perkembangan teknologi informasi saat ini, bahan ajar juga dapat dikembangkan dalam bentuk digital. Penggunaan media digital dalam bahan ajar dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif. Namun, perlu diperhatikan pula aksesibilitas media digital ini untuk seluruh siswa. Bahan ajar digital sebaiknya dapat diakses oleh semua siswa tanpa terkecuali.

Secara keseluruhan, bahan ajar yang baik dan efektif adalah bahan ajar yang sesuai dengan kemampuan dan tingkat pemahaman siswa, menggunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami, menarik perhatian dan memotivasi siswa untuk belajar. Dalam mengembangkan bahan ajar, perlu diperhatikan keberagaman siswa dan adanya penilaian yang objektif. Dengan adanya bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik tersebut, diharapkan pembelajaran di Indonesia dapat berjalan lebih efektif dan bermakna bagi siswa.

Jenis-jenis Bahan Ajar

Bahan ajar merupakan salah satu elemen penting dalam proses pembelajaran di Indonesia. Bahan ajar digunakan oleh guru untuk mengantarkan materi pembelajaran kepada siswa dengan berbagai metode yang sesuai. Berikut ini adalah beberapa jenis bahan ajar yang umum digunakan di Indonesia.

1. Buku Teks

Buku teks adalah bahan ajar yang paling umum digunakan di sekolah-sekolah. Buku teks berisi materi pembelajaran yang disusun secara sistematis dan terstruktur. Buku teks sering kali disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku dan dilengkapi dengan contoh soal, gambar, dan penjelasan yang memudahkan siswa dalam memahami materi.

2. Presentasi Multimedia

Presentasi multimedia merupakan bentuk bahan ajar yang menggunakan media elektronik seperti komputer, proyektor, atau perangkat lainnya. Presentasi multimedia dapat berupa slide presentasi, video, atau audio. Kelebihan dari presentasi multimedia adalah kemampuannya untuk menyajikan informasi dengan lebih interaktif dan menarik, sehingga siswa lebih mudah memahami dan menangkap materi pembelajaran.

3. Video Pembelajaran

Video pembelajaran adalah bahan ajar berbentuk rekaman video yang berisikan materi pembelajaran. Video pembelajaran dapat digunakan sebagai media pengantar atau pendukung dalam menyampaikan materi pembelajaran. Dengan menggunakan video pembelajaran, siswa dapat melihat dan mendengarkan penjelasan materi secara visual, sehingga memudahkan pemahaman mereka.

4. Modul

Modul adalah bahan ajar yang berisi rangkuman materi pembelajaran dalam bentuk buku kecil atau lembaran-lembaran yang terpisah. Setiap modul biasanya berfokus pada satu topik pembelajaran tertentu. Kelebihan dari modul adalah fleksibilitasnya yang memungkinkan siswa belajar mandiri sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya. Modul juga biasanya dilengkapi dengan latihan soal untuk menguji pemahaman siswa.

5. Game Edukatif

Game edukatif adalah bahan ajar yang menggunakan elemen permainan untuk menyampaikan materi pembelajaran. Dalam game edukatif, siswa diajak untuk berinteraksi dan bermain sambil belajar. Game edukatif dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar karena pengalaman yang menyenangkan dan interaktif.

Berbagai jenis bahan ajar tersebut dapat dipilih dan digunakan oleh guru sesuai dengan konteks pembelajaran dan metode yang diinginkan. Penting untuk memilih bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik siswa agar proses pembelajaran dapat berjalan efektif dan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan.

Sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, bahan ajar pun semakin berkembang dengan adanya inovasi-inovasi baru. Guru dapat memanfaatkan teknologi dalam menyusun atau memilih bahan ajar yang lebih menarik dan interaktif. Dengan menggunakan bahan ajar yang variatif dan menarik, diharapkan proses pembelajaran dapat lebih efektif dan siswa dapat lebih mudah memahami dan menguasai materi pembelajaran.

Dalam memilih bahan ajar yang tepat, guru perlu mempertimbangkan berbagai faktor seperti tujuan pembelajaran, karakteristik siswa, ketersediaan sumber daya, dan tingkat kesulitan materi. Dengan memilih bahan ajar yang sesuai, proses pembelajaran diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan siswa dapat mencapai hasil belajar yang optimal.

Jadi, berbagai jenis bahan ajar seperti buku teks, presentasi multimedia, video pembelajaran, modul, game edukatif, dan lain sebagainya dapat digunakan dalam konteks pembelajaran yang berbeda-beda. Pemilihan bahan ajar yang tepat adalah salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di Indonesia.

Fungsi Bahan Ajar dalam Pembelajaran

Bahan ajar dalam pembelajaran memiliki peran yang sangat penting. Fungsi pertama dari bahan ajar adalah memberikan informasi dan pengetahuan kepada siswa. Melalui bahan ajar, siswa dapat memperoleh berbagai informasi yang relevan dengan materi yang sedang dipelajari. Misalnya, dalam pelajaran sejarah, bahan ajar bisa berupa teks, gambar, atau rekaman audio yang mendokumentasikan kejadian sejarah penting. Dengan adanya bahan ajar ini, siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang konteks sejarah tersebut.

Selain memberikan informasi, bahan ajar juga berfungsi untuk memfasilitasi pemahaman dan penerapan konsep yang diajarkan. Dalam pembelajaran matematika, misalnya, bahan ajar bisa berupa soal-soal latihan dan contoh perhitungan yang dapat membantu siswa memahami konsep matematika yang abstrak. Dengan adanya bahan ajar yang menggambarkan langkah-langkah penyelesaian masalah, siswa dapat lebih mudah memahami dan menerapkan konsep tersebut dalam situasi nyata.

Fungsi lain dari bahan ajar adalah memotivasi siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran. Dalam bahan ajar, biasanya terdapat berbagai macam kegiatan atau tugas yang menarik perhatian siswa. Misalnya, dalam pelajaran bahasa Indonesia, bahan ajar dapat berisi cerita-cerita menarik, puisi, atau teks drama yang dapat membangkitkan minat siswa dalam mempelajari bahasa Indonesia. Dengan adanya bahan ajar yang menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, siswa cenderung lebih termotivasi untuk aktif dan berpartisipasi dalam pembelajaran.

Selain tiga fungsi utama tersebut, bahan ajar juga bisa memiliki fungsi lain yang tidak kalah pentingnya. Misalnya, bahan ajar dapat digunakan sebagai alat evaluasi. Melalui bahan ajar, guru dapat menguji pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan. Bahan ajar juga dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran mandiri, di mana siswa dapat belajar secara mandiri melalui materi yang terdapat dalam bahan ajar. Hal ini meningkatkan kemandirian siswa dalam belajar dan memperkuat keterampilan mereka dalam mencari informasi sendiri.

Secara keseluruhan, bahan ajar memainkan peran yang sangat penting dalam pembelajaran. Selain memberikan informasi dan pengetahuan kepada siswa, bahan ajar memfasilitasi pemahaman konsep, memotivasi siswa, merupakan alat evaluasi, serta mendukung pembelajaran mandiri. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk memilih bahan ajar yang sesuai dan relevan dengan materi yang diajarkan agar proses pembelajaran dapat berjalan efektif dan efisien. Apakah Anda setuju dengan pernyataan ini?

Peran Guru dalam Penggunaan Bahan Ajar

Guru memiliki peran yang sangat penting dalam pemilihan, pengembangan, dan penggunaan bahan ajar yang tepat. Dalam setiap proses pembelajaran, guru perlu memperhatikan bahwa pemilihan bahan ajar akan berdampak langsung terhadap kemampuan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran secara optimal.

Sebagai seorang pendidik, guru perlu memahami karakteristik siswa, kemampuan belajar mereka, dan kebutuhan individual siswa dalam menguasai materi pembelajaran. Dengan mempertimbangkan hal-hal ini, guru dapat memilih bahan ajar yang sesuai dengan tingkat pemahaman siswa, sehingga mereka dapat lebih mudah mengikuti dan memahami pelajaran tersebut. Guru juga perlu memastikan bahwa bahan ajar yang dipilih bersifat menarik dan relevan bagi siswa, agar mereka tetap tertarik dan termotivasi dalam proses pembelajaran.

Selanjutnya, guru juga harus mampu mengembangkan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Bahan ajar yang dikembangkan oleh guru dapat berupa rangkuman materi, contoh soal, atau media pembelajaran lainnya yang dapat membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang sulit. Dalam mengembangkan bahan ajar, guru perlu mempertimbangkan variasi cara menyajikan informasi sehingga siswa dapat memahami konsep tersebut dari berbagai sudut pandang.

Setelah bahan ajar dipilih dan dikembangkan, guru memiliki peran penting dalam penggunaan bahan ajar tersebut di dalam kelas. Guru harus mampu mengelola waktu dengan baik, sehingga materi pembelajaran yang terkandung dalam bahan ajar dapat diajarkan secara efektif dan efisien. Selain itu, guru juga harus mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif dan interaktif, sehingga siswa dapat aktif berpartisipasi dalam pembelajaran.

Guru juga perlu memastikan bahwa siswa benar-benar memahami materi pembelajaran yang disampaikan melalui bahan ajar. Untuk itu, guru dapat menggunakan teknik penilaian yang relevan dengan tujuan pembelajaran, seperti ujian tulis, tugas individu, atau diskusi kelompok. Melalui penilaian tersebut, guru dapat mengevaluasi sejauh mana siswa telah memahami materi pembelajaran dan memperoleh umpan balik untuk penyempurnaan proses pembelajaran selanjutnya.

Terakhir, guru juga dapat memanfaatkan bahan ajar sebagai alat untuk mendorong siswa dalam mengembangkan keterampilan siswa secara holistik. Dalam penggunaan bahan ajar, guru dapat memberikan tantangan kepada siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang telah dipelajari dalam situasi kehidupan nyata. Hal ini akan membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan komunikasi mereka.

Melalui peran yang sangat penting ini, guru dapat membantu siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran secara optimal. Dengan pemilihan, pengembangan, dan penggunaan bahan ajar yang tepat, guru dapat menciptakan pengalaman pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu yang kompeten dan mandiri dalam kehidupan mereka.

Pentingnya Pengembangan Bahan Ajar yang Berkualitas

Pengembangan bahan ajar yang berkualitas memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan efektivitas proses pembelajaran dan mendorong prestasi akademik siswa. Namun, apa sebenarnya pengertian dari bahan ajar dan mengapa pengembangannya menjadi begitu penting?

Bahan ajar dapat diartikan sebagai materi atau sumber belajar yang digunakan oleh guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Fungsi utama bahan ajar adalah untuk menyampaikan informasi, konsep, dan prinsip-prinsip pembelajaran kepada siswa secara sistematis dan terstruktur. Oleh karena itu, pengembangan bahan ajar yang berkualitas menjadi sangat penting agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan efektif.

Pertama-tama, pengembangan bahan ajar yang berkualitas dapat memfasilitasi proses pembelajaran yang efektif. Bahan ajar yang baik akan membantu guru menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami. Dengan menggunakan bahan ajar yang berkualitas, siswa akan lebih termotivasi untuk belajar dan berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Selain itu, bahan ajar yang berkualitas juga dapat membantu siswa mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep dan prinsip-prinsip yang diajarkan.

Selanjutnya, pengembangan bahan ajar yang berkualitas juga dapat mendorong prestasi akademik siswa. Dalam proses belajar-mengajar, bahan ajar berperan sebagai media yang membantu siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru. Penggunaan bahan ajar yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan siswa akan membantu mereka memahami materi pembelajaran dengan lebih baik. Hal ini akan berdampak positif pada meningkatnya pemahaman konsep, penguasaan keterampilan, dan akhirnya prestasi akademik siswa.

Selain itu, pengembangan bahan ajar yang berkualitas juga dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Bahan ajar yang menarik, interaktif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa akan membuat mereka lebih bersemangat untuk belajar. Penggunaan bahan ajar yang variatif dan inovatif juga dapat membangkitkan rasa ingin tahu siswa serta mendorong mereka untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas dalam memecahkan masalah.

Bagaimana cara mengembangkan bahan ajar yang berkualitas? Pertama-tama, pengembangan bahan ajar yang berkualitas harus didasarkan pada pemahaman yang mendalam tentang kurikulum dan kebutuhan siswa. Guru perlu menganalisis tujuan pembelajaran, mengidentifikasi materi yang relevan, dan merancang metode pembelajaran yang sesuai. Selain itu, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, seperti multimedia dan internet, juga dapat meningkatkan kualitas bahan ajar dengan menyajikan konten yang lebih interaktif dan mendalam.

Dalam mengembangkan bahan ajar, kolaborasi antar guru juga menjadi faktor penting. Melalui diskusi dan berbagi pengalaman, guru dapat saling mendukung dan memperkaya bahan ajar yang mereka miliki. Menerima masukan dan umpan balik dari sesama guru juga dapat membantu meningkatkan kualitas bahan ajar yang dikembangkan.

Secara kesimpulan, pengembangan bahan ajar yang berkualitas memiliki peranan yang sangat penting dalam memfasilitasi proses pembelajaran yang efektif dan mendorong prestasi akademik siswa. Dengan menggunakan bahan ajar yang berkualitas, guru dapat menyampaikan materi pembelajaran secara lebih menarik dan mudah dipahami, siswa dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dengan lebih baik, dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dapat ditingkatkan. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas bahan ajar yang mereka gunakan. (? )

Leave a Comment